27 orang pelamar siap rebut 5 posisi komisioner KPAID

Sebanyak 27 orang pelamar yang mendaftarkan diri menjadi calon komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tapanuli Utara siap merebut 5 posisi Komisioner KPAID untuk masa bakti 1 Januari 2013 sampai dengan 31 Desember 2016. Hal ini dikatakan oleh Ketua Tim Seleksi, Syaiful Rahman Panggabean, S.Ag., M.Pd, yang didampingin oleh Sekretaris Tim Seleksi, Chompey Sibarani, Anggota Komisioner, Romulus Simbolon, yang juga adalah sekretaris LSM  Aliansi Indonesia DPC Tapanuli Utara, Hengki Tobing, Wartawan Metro Tapanuli, baru-baru ini kepada Merdekaonline "Hingga penutupan pendaftaran, ada 27 berkas yang masuk ke meja tim seleksi, walaupun ada beberapa kekurangan-kekurangan, namun tim memutuskan semuanya untuk ikut seleksi tertulis yang akan dilaksanakan pada hari Senin, 4 November 2013 di Balai Latihan Kerja (BLK) Silangkitang", ujar Syaiful. "Kami menghargai jerih payah mereka, dan mereka harus ikut aturan main - siapapun mereka - dan kami berikan kesempatan kepada mereka untuk membuktikan bahwa mereka layak dan patut dibanggakan sebagai putra-putri terbaik yang cinta dan bersedia melindungi anak-anak khususnya di Tapanuli Utara dari segala problema yang ada", tegas Syaiful. 

Syaiful juga mengatakan bahwa proses seleksi calon komisioner KPAID Tapanuli Utara kali ini harus benar-benar dilaksanakan sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh Tim Seleksi sesuai dengan panduan-panduan yang telah diberikan oleh KPAID Propinsi Sumatera Utara. "Kami tidak ingin proses seleksi asal-asalan, kami ingin benar-benar menjaring calon komisioner yang benar-benar mencintai anak dan bersedia mengabdi demi anak, demi Tapanuli Utara yang lebih baik lagi", ucap Syaiful. "Selama berdirinya KPAID Tapanuli Utara, penilaian saya kinerja mereka sudah lumayan baik walaupun sebenarnya masih banyak yang harus dibenahi, terutama dari sisi "kegigihan" para komisionernya", lanjut Syaiful. "Saya berharap kepada para Komisioner yang nantinya terpilih, agar pengabdiannya sebagai Komisioner tetap harus diutamakan dan dilaksanakan walaupun dengan anggaran yang boleh dikatakan minim. Para komisioner selayaknya bisa menggandeng para Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) untuk sama-sama bekerja dan bekerja bersama-sama melindungi anak-anak Tapanuli Utara, bukan terpaku pada Anggaran Pemerintah", ujar Syaiful.

Sementara itu, Pandapotan Sinaga, S.Th, salah seorang pelamar ketika dikonfirmasi oleh wartawan, mengatakan bahwa proses rekruitmen KPAID kali ini hendaklah dilakukan secara terbuka dan transparan, kalaupun memang ada titipan-titipan, itu tidak masalah sepanjang mereka mengikuti prosedur dan memang terbukti terbaik dan bahkan lebih baik dari kami. "Saya mewakili teman-teman, mengharapkan agar Proses Seleksi berjalan sebagaimana adanya tanpa ada intervensi dari pihak-pihak terkait. Kami tidak menginginkan Timsel ini memiliki kinerja seperti Timsel KPUD kemarin", ujar Pandapotan. Namun, ketika dimintai tanggapannya mengenai bagaimana kinerja Timsel KPUD kemarin, Pandapotan enggan berkomentar. (choms)
Share on Google Plus

About chompey

If you need me to solve your problem, just call me... at chompey@ymail.com

0 komentar:

Ads Inside Post